Mitos Formasi Sepi Pasti Lolos: Fakta di Balik Formasi CPNS yang Kurang Pelamar
Setiap musim seleksi, daftar "formasi sepi peminat" ramai beredar di grup percakapan dan media sosial. Isinya hampir selalu sama: instansi atau jabatan yang pelamarnya sedikit, dengan satu kesimpulan yang terdengar menggoda, yaitu "pilih ini, pasti lolos". Benarkah sesederhana itu?
Jawaban singkatnya: formasi yang sepi pelamar memang ada, tetapi sepi tidak sama dengan mudah. Tulisan ini membahas apa yang sebenarnya terjadi di balik formasi kosong, kenapa kosongnya, dan pertanyaan apa yang sebaiknya Anda jawab sebelum memilihnya.
Formasi kosong itu nyata
Ini bukan cerita yang dibesar-besarkan. Pada awal 2024, Menteri PANRB saat itu menyampaikan bahwa dari formasi yang dibuka pada seleksi 2023, sekitar 133.564 formasi belum terisi, atau kira-kira 23 persen. Untuk CPNS di pemerintah daerah, angkanya lebih tinggi: 27,55 persen dari usulan pemda tidak terisi (DDTCNews, 18 Januari 2024).
Contoh di tingkat lokal: Pemkot Bengkulu membuka 213 formasi CPNS pada 2024. Menurut Kepala BKPSDM setempat, 182 formasi terisi dan 30 formasi lainnya kosong karena tidak ada yang mendaftar, antara lain formasi dokter di puskesmas dan kuota penata kelola sistem dan teknologi informasi (Antara Bengkulu, 13 Januari 2025). Formasi yang kosong itu rencananya diusulkan lagi bila tes CPNS dibuka kembali.
Kenapa sebuah formasi bisa sepi
Dari contoh di atas dan pola yang sering disebut media, sebuah formasi biasanya sepi karena satu atau beberapa hal berikut:
- Kualifikasinya sempit. Dokter, dokter gigi, tenaga TI tertentu, atau jabatan yang mensyaratkan sertifikat khusus. Jumlah orang yang memenuhi syarat memang sedikit.
- Lokasinya jauh. Penempatan di daerah terpencil atau kepulauan sering membuat orang yang sebenarnya memenuhi syarat mundur.
- Alternatif di luar ASN lebih menarik. Tenaga kesehatan misalnya, banyak yang memilih sektor swasta.
- Kurang dikenal. Instansi yang tugasnya teknis dan jarang muncul di media cenderung luput dari perhatian pelamar umum.
Perhatikan bahwa hampir semua alasan itu bersifat struktural. Formasinya sepi bukan karena soalnya lebih mudah atau penilainya lebih longgar, tetapi karena syarat atau kondisinya memang menyaring banyak orang sebelum tes dimulai.
Sepi pelamar, tetapi ambang batas tetap sama
Ini yang paling sering terlewat. Ambang batas SKD berlaku untuk semua pelamar, di formasi yang ramai maupun yang sepi. Kalau Anda satu-satunya pelamar tetapi nilai Anda di bawah ambang batas, Anda tetap tidak lanjut. Kalau jabatan Anda masih mensyaratkan SKB, tahap itu tetap harus dilalui.
Jadi keuntungan formasi sepi sebenarnya hanya satu: pesaing yang harus Anda lewati lebih sedikit. Persiapan belajarnya sama beratnya.
Lima pertanyaan sebelum memilih formasi sepi
- Apakah saya benar-benar memenuhi kualifikasinya? Cek jurusan, jenjang, akreditasi, IPK, dan syarat tambahan satu per satu di pengumuman formasi, bukan hanya nama jabatannya.
- Di mana saya akan ditempatkan, dan apakah saya siap? Jawab jujur. Kalau lokasi membuat Anda ragu sekarang, keraguan itu akan lebih besar setelah diterima.
- Seperti apa pekerjaannya sehari-hari? Jabatan teknis sering terdengar menarik di judul, tetapi isinya bisa sangat spesifik.
- Datanya masih baru? Daftar "instansi sepi peminat" yang beredar umumnya merujuk data seleksi periode sebelumnya. Formasi dan jumlah pelamar berubah tiap tahun.
- Apa rencana cadangan saya? Satu pelamar hanya boleh memilih satu formasi, dan pilihan tidak bisa diubah setelah pendaftaran diakhiri.
Cara membaca angkanya dengan benar
| Yang Anda lihat | Artinya | Yang perlu dicek |
|---|---|---|
| Pelamar sedikit dibanding kuota | Persaingan di tahap administrasi dan SKD lebih longgar | Kenapa sedikit: syarat, lokasi, atau memang kurang dikenal |
| Formasi tidak terisi di periode lalu | Pernah ada kuota yang tidak dipenuhi | Apakah dibuka lagi tahun ini dan dengan syarat yang sama |
| Instansi masuk daftar "sepi peminat" | Pelamar tahun lalu relatif sedikit | Tahun dan sumber datanya, serta jabatan yang Anda incar di dalamnya |
Pada masa pendaftaran, portal SSCASN umumnya menampilkan informasi formasi dan kuota. Cek apakah jumlah pelamar per formasi tersedia pada periode Anda, dan jangan lupa membandingkannya dengan kuota, bukan hanya dengan angka pelamar mentah.
Kesimpulan praktis
Pilih formasi dengan urutan ini: kecocokan kualifikasi lebih dulu, kesiapan penempatan kedua, baru tingkat persaingan. Formasi sepi layak dipertimbangkan kalau dua hal pertama sudah terpenuhi. Kalau tidak, kosongnya formasi itu justru tanda bahwa banyak orang sudah menimbang dan mundur.
Setelah formasi ditentukan, bagian yang paling bisa Anda kendalikan adalah nilai SKD. Cek passing grade SKD dan latih dengan paket tryout SKD sampai skor Anda stabil di atas ambang batas. Untuk panduan memilih formasi dari sisi jurusan dan lokasi, baca juga tips memilih formasi CPNS.
Sumber: DDTCNews, "Menpan-RB: Formasi CPNS dan PPPK di Pemda Belum Banyak Terisi" (18 Januari 2024); Antara Bengkulu, "Pemkot Bengkulu catat 30 formasi CPNS tahun 2024 tidak terisi" (13 Januari 2025). Angka di atas adalah data seleksi periode sebelumnya, bukan data seleksi 2026.