Latihan Seleksi Lanjutan Sekolah Kedinasan
Materi Video Pembelajaran
-
CPNS atau Sekolah Kedinasan?
18:00
Baca ringkasan narasi video
Halo, selamat datang di video pertama seri panduan CPNS dari SoalCAT. Di video ini kita akan bahas dua jalur utama untuk jadi ASN: jalur CPNS reguler dan jalur sekolah kedinasan. Banyak yang masih bingung bedanya apa, jadi kita bedah tuntas dari definisi sampai kesimpulan pilih yang mana.
Sebelum lanjut, perkenalkan dulu — saya Muhammad Syarifuddin, sarjana komputer, ASN sejak 2019, dan pendiri SoalCAT.com. Saya ikut seleksi CPNS lima kali, empat kali gagal, baru lolos di percobaan kelima tahun 2019. Dari pengalaman itu dan mentoring banyak peserta CPNS langsung, saya sadar masalah utamanya bukan soal tidak mampu, tapi tidak punya cara belajar yang terstruktur — dan itulah yang jadi alasan SoalCAT.com dibangun. Kini saya hadir mencoba membantu teman-teman sekalian untuk lolos tes CPNS maupun sekolah kedinasan.
Sebelum masuk ke CPNS dan kedinasan, kenalan dulu dengan istilah yang lebih besar: ASN, atau Aparatur Sipil Negara. ASN itu payung besar yang terdiri dari dua status kepegawaian: PNS dan PPPK. PNS punya status kepegawaian tetap sampai pensiun dengan jenjang karier dan kenaikan pangkat, sedangkan PPPK berstatus kontrak kerja dengan jangka waktu tertentu sesuai kebutuhan instansi, meski hak dan gajinya kini semakin setara dengan PNS. Nah, CPNS yang kita bahas di seri ini adalah calon PNS — salah satu jalur masuk untuk menjadi PNS.
Jalur CPNS itu rekrutmen langsung untuk mengisi jabatan kosong di instansi — begitu lulus seleksi, langsung bekerja. Sekolah kedinasan beda, itu perguruan tinggi di bawah kementerian / lembaga seperti PKN STAN, IPDN, atau STIS — pesertanya wajib kuliah ikatan dinas dulu 3-4 tahun, baru otomatis diangkat jadi CPNS/PNS setelah lulus. Jadi kalau masih SMA dan siap komitmen jangka panjang, sekolah kedinasan bisa jadi opsi; kalau sudah D3 ke atas, jalur CPNS reguler lebih fleksibel.
Supaya lebih kebayang, ini beberapa sekolah kedinasan yang paling populer beserta instansi pembinanya: PKN STAN di bawah Kementerian Keuangan, IPDN di bawah Kementerian Dalam Negeri, STIN di bawah BIN, Poltekip dan Poltekim di bawah Kementerian Hukum dan HAM, STMKG di bawah BMKG, Polstat STIS di bawah BPS, lalu Akmil, AAL, AAU di bawah TNI, dan Akpol di bawah Polri. Masing-masing punya syarat, tes tambahan, dan pola ikatan dinas yang berbeda — jadi pastikan cek ketentuan resmi sekolah yang diminati.
Lihat tabel ini: dari sisi usia, jalur CPNS umumnya batas 35 tahun sementara sekolah kedinasan jauh lebih muda, sekitar 21-23 tahun. Status saat masuk juga beda — CPNS langsung berstatus pegawai, sedangkan kedinasan berstatus mahasiswa / taruna dulu. Soal biaya, sekolah kedinasan gratis karena dibiayai negara lewat ikatan dinas. Ingat, angka-angka ini bersifat umum, tetap cek pengumuman resmi tiap periode.
Tahapan tesnya juga beda. Jalur CPNS itu tiga tahap: administrasi, SKD, lalu SKB. Jalur kedinasan lebih panjang: administrasi, SKD, lalu ada tes kesehatan dan kesamaptaan, psikotes, sampai wawancara — makanya kedinasan sering terasa lebih berat di seleksi awal meski akhirnya pendidikan gratis. Detail tiap tahap SKD ini akan kita bedah tuntas di video-video berikutnya.
Jadi kesimpulannya: kalau kamu masih SMA dan siap komitmen sejak dini, sekolah kedinasan menarik karena gratis dan arahnya jelas. Kalau kamu sudah lulus D3, S1, atau S2, atau usianya sudah di atas batas kedinasan, jalur CPNS reguler lebih terbuka. Dan kalau masih belum yakin, boleh saja coba dua- duanya di tahun yang sama, selama syarat usia dan jenjang pendidikannya terpenuhi.
Beberapa pertanyaan yang sering masuk. Bisa daftar CPNS dan kedinasan bersamaan? Bisa, asal syarat usia dan jenjang pendidikan tiap jalur terpenuhi. Kalau gagal kedinasan, bisa lanjut coba CPNS? Bisa, karena dua jalur ini independen, tidak saling menggugurkan. Ada batas berapa kali boleh coba kedinasan? Umumnya dibatasi syarat usia maksimal tiap sekolah, bukan jumlah percobaan. Dan yang terakhir, begitu lulus kedinasan otomatis jadi PNS 100 persen? Tidak — tetap berstatus CPNS dulu, ada masa percobaan seperti jalur reguler.
Sekian video pertama tentang perbedaan CPNS dan sekolah kedinasan. Di video selanjutnya kita akan bahas plus minus jadi ASN — benefitnya apa saja, dan tantangan yang jarang dibahas terbuka.
-
Plus Minus jadi ASN
11:00
Baca ringkasan narasi video
Lanjut ke video kedua. Sekarang kita bahas realita jadi ASN — benefit apa saja yang didapat, dan tantangan yang sering tidak dibahas terbuka, termasuk soal risiko penempatan.
Benefit utama jadi ASN itu stabilitas finansial — relatif aman dari PHK massal, ada jaminan pensiun, jenjang karier yang jelas, dan peluang tugas belajar. Tapi ada tantangannya juga: wajib siap ditempatkan di mana saja termasuk daerah 3T, gaji pokok awal relatif standar, birokrasi cukup ketat, dan mutasi antar wilayah tidak selalu bisa dipilih sendiri.
Ini penting: begitu daftar CPNS, kamu wajib teken pernyataan bersedia ditempatkan di seluruh NKRI, dengan masa tugas minimal 10 tahun di lokasi penempatan awal. Memang ada insentif khusus untuk daerah 3T, tapi penempatan itu ditentukan instansi sesuai kebutuhan formasi, bukan pilihan bebas peserta. Risikonya di daerah 3T, akses pendidikan anak dan layanan kesehatan bisa lebih terbatas.
Intinya, jadi ASN bukan cuma soal gaji, tapi soal kesiapan menerima aturan, penempatan, dan proses karier jangka panjang. Sebelum daftar, sesuaikan ekspektasi dengan realita instansi yang dilamar, cari tahu pola penempatan dan mutasinya, dan diskusikan dengan keluarga kalau memang harus siap pindah tugas.
Itu tadi gambaran plus minus jadi ASN. Selanjutnya kita bahas topik yang paling ditunggu-tunggu — gaji dan tunjangan ASN, berapa sih sebenarnya penghasilan yang bisa didapat.
-
Gaji dan Tunjangan
7:00
Baca ringkasan narasi video
Video ketiga, penutup Seri 1. Kita bahas berapa sebenarnya gaji ASN — mulai dari gaji pokok, tunjangan yang menyertai, sampai perbandingan tukin dan TPP antar instansi yang sering bikin penasaran.
Gaji pokok ASN ditentukan golongan — Golongan II untuk lulusan SMA/D3, Golongan III untuk lulusan S1/S2, dan naik otomatis tiap 2 tahun lewat kenaikan gaji berkala. Sebagai ilustrasi, gaji pokok CPNS Golongan III/a masa kerja 0 tahun sekitar Rp2,7 juta per bulan sesuai PP Gaji ASN yang berlaku — tapi ingat, angka ini bisa direvisi pemerintah, jadi cek update terbaru di BKN atau Kemenkeu.
Selain gaji pokok, ada beberapa tunjangan yang melekat: tunjangan suami / istri 5% dari gaji pokok, tunjangan anak 2% per anak maksimal 2 anak, tunjangan beras, tunjangan jabatan struktural atau fungsional, tunjangan kinerja atau TPP, sampai THR dan gaji ke-13. Nah, dari semua ini, tunjangan kinerja atau TPP biasanya jadi komponen terbesar.
Tunjangan kinerja berlaku di kementerian dan lembaga pusat seperti Kemenkeu atau Kemenkumham, besarannya bervariasi sesuai kelas jabatan, dan umumnya jadi komponen penghasilan terbesar dibanding gaji pokok. Kalau di daerah namanya TPP, berlaku di Pemprov, Pemkab, atau Pemkot, dan besarannya sangat tergantung kemampuan fiskal daerah masing-masing — bisa jauh berbeda antar daerah.
Sebagai gambaran, Kementerian Keuangan punya tukin berkisar Rp2,57 juta sampai Rp46,95 juta tergantung kelas jabatan, sesuai Perpres No. 156 Tahun 2024. Pemprov DKI Jakarta bahkan lebih tinggi lagi, Rp2,13 juta sampai Rp127,71 juta untuk Sekretaris Daerah, berdasarkan Pergub DKI No. 69 Tahun 2022. Tapi ini dua instansi dengan tukin /TPP tertinggi se-Indonesia — bukan patokan rata-rata. Kabupaten / kota dengan APBD kecil umumnya jauh lebih rendah.
Jadi kalau dijumlahkan, take home pay itu gaji pokok sekitar Rp2,7 juta, ditambah tunjangan keluarga dan jabatan, ditambah lagi tukin atau TPP yang jadi komponen terbesar dan paling variatif. Totalnya bisa dari beberapa juta sampai belasan juta rupiah per bulan tergantung instansi dan daerah penempatan — jangan jadikan satu instansi sebagai patokan semua instansi.
Sekian Seri 1 — kita sudah bahas perbedaan CPNS dan kedinasan, plus minus jadi ASN, sampai gaji dan tunjangannya. Sekarang saatnya latihan soal langsung di simulasi CAT SoalCAT.com supaya makin siap. Di Seri berikutnya kita masuk ke regulasi dan cara mendaftar.
-
Regulasi
17:00
Baca ringkasan narasi video
Selamat datang di Seri 2. Video ini kita bahas dasar hukum dan regulasi CASN — payung hukum yang wajib diketahui sebelum mendaftar, dari undang-undang tertinggi sampai aturan teknis tahun berjalan.
Dasar hukum tertinggi pengelolaan ASN di Indonesia adalah UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. Undang-undang ini mengatur pengisian jabatan ASN, termasuk kesetaraan hak antara PNS dan PPPK, dan membuka jalan digitalisasi manajemen ASN seperti sistem SSCASN yang kita pakai sekarang.
Turun satu tingkat, ada Permenpan RB tentang Pengadaan PNS yang mengatur tata cara rekrutmen dan mekanisme integrasi nilai akhir. Yang penting diingat: bobot nilai akhir itu SKD 40% dan SKB 60%, dan kuota yang lolos SKD ke SKB adalah 3 kali jumlah kebutuhan formasi. Nanti soal urutan penentuan kalau nilai sama, kita bahas detail di Video 10.
Untuk formasi umum, nilai ambang batas SKD itu TWK minimal 65 dari maksimal 150, TIU minimal 80 dari maksimal 175, dan TKP minimal 156 dari maksimal 225. Ketiga syarat ini berlaku sekaligus — kurang di salah satu saja, tetap dinyatakan tidak lulus SKD meski nilai totalnya tinggi. Angka ini bisa berubah tiap periode, jadi selalu cek update SSCASN dan BKN.
Selain formasi umum tadi, ada juga formasi khusus dengan ambang batas berbeda. Untuk Cumlaude dan Diaspora, nilai kumulatif SKD minimal 311 dengan TIU minimal 85. Untuk Disabilitas dan Putra-Putri Papua, serta Putra-Putri Daerah Tertinggal, nilai kumulatif SKD minimal 286 dengan TIU minimal 60. Pastikan tahu kategori formasi yang dilamar sebelum menghitung target skor, karena ini berbeda jauh dari formasi umum.
Supaya lebih jelas, ini hierarkinya dari atas ke bawah: Undang-Undang ASN sebagai dasar hukum tertinggi, lalu PP dan Peraturan Presiden sebagai aturan pelaksana, turun lagi ke Permenpan RB untuk teknis pengadaan dan seleksi, dan paling bawah Kepmenpan RB atau Keputusan Kepala BKN yang jadi ketetapan teknis tahun berjalan seperti passing grade dan jadwal.
Sebelum lanjut ke video pendaftaran, kenali dulu istilah-istilah yang akan sering muncul: SSCASN itu portal pendaftaran resmi, SKD dan SKB dua tahap tes utama, TWK-TIU-TKP tiga komponen SKD, TMS dan MS artinya tidak memenuhi syarat dan memenuhi syarat, masa sanggah periode menyanggah hasil verifikasi, DRH daftar riwayat hidup untuk pemberkasan, NIP nomor induk pegawai yang terbit setelah pemberkasan, dan CAT sistem ujian berbasis komputer.
Itu dasar hukumnya. Sekarang setelah paham regulasinya, kita lanjut ke praktiknya — panduan langkah pendaftaran, dari buat akun sampai submit dokumen.
-
Panduan Pendaftaran
8:00
Baca ringkasan narasi video
Video kelima, penutup Seri 2. Kita bahas step-by-step pendaftaran akun SSCASN atau Dikdin, dokumen apa saja yang wajib disiapkan, dan kesalahan fatal yang harus dihindari.
Sebelum mendaftar, siapkan dulu: KTP dan KK sesuai data Dukcapil, ijazah dan transkrip nilai asli, pasfoto formal biasanya latar merah, surat pernyataan dan surat lamaran, dokumen tambahan sesuai instansi seperti STR atau sertifikat, dan swafoto sesuai ketentuan pengumuman. Siapkan semua ini jauh-jauh hari supaya tidak terburu-buru.
Alurnya: baca pedoman dulu, buat akun, isi biodata, pilih formasi, unggah dokumen, baru submit final. Yang paling penting diingat, setelah tombol submit atau akhiri pendaftaran ditekan, data dan dokumen tidak bisa diubah lagi — jadi pastikan semua benar sebelum submit.
Beberapa kesalahan fatal yang sering terjadi: data NIK tidak sinkron dengan Dukcapil sehingga akun gagal diverifikasi, dokumen buram atau terpotong saat diunggah, salah format atau ukuran file, dan ijazah yang belum terakreditasi saat submit. Cek semua ini lebih awal supaya tidak gagal di tahap administrasi.
Terakhir, selalu pantau sumber resmi, jangan percaya info dari grup atau media sosial yang tidak jelas asalnya. SSCASN BKN untuk pendaftaran, akun, formasi, dan hasil administrasi. BKN untuk informasi nasional dan CAT. Kementerian PANRB untuk kebijakan formasi dan regulasi ASN. Dan website instansi tujuan untuk syarat khusus, jadwal detail, dan info SKB.
Dokumen dan pendaftaran sudah beres. Sekarang kita masuk ke Seri 3, mulai dari alur seleksi CPNS secara keseluruhan dan bedah materi TWK.
-
Bedah TWK
7:00
Baca ringkasan narasi video
Masuk Seri 3, bedah materi SKD. Video ini kita mulai dari gambaran tiga tahap seleksi CPNS, lalu masuk ke bedah materi TWK.
Seleksi CPNS itu ada tiga tahap: administrasi untuk verifikasi dokumen dan kualifikasi formasi, lalu SKD atau Seleksi Kompetensi Dasar yang berbasis Computer Assisted Test dari BKN, dan terakhir SKB atau Seleksi Kompetensi Bidang dengan materi spesifik sesuai jabatan yang dilamar.
TWK terdiri dari 30 soal dari total 110 soal SKD, sistem skornya benar dapat 5 poin, salah atau kosong 0 poin, dan nilai ambang batas lulusnya minimal 65.
Ini peta materi TWK secara keseluruhan — Nasionalisme, Integritas, Bela Negara, Pilar Negara, dan Bahasa Indonesia. Gunakan mind-map ini sebagai checklist belajar supaya tidak ada bagian yang terlewat.
Dulu soal TWK banyak hafalan langsung — tanggal, nomor pasal, definisi tekstual. Sekarang soalnya lebih ke penalaran atau HOTS — studi kasus penerapan nilai kebangsaan yang butuh analisis situasi, bukan sekadar hafal fakta. Jadi strategi belajarnya juga harus berubah, lebih ke memahami konsep daripada menghafal.
Sudah paham alur seleksi dan TWK. Selanjutnya kita bedah TIU, Tes Intelegensia Umum.
-
Bedah TIU
3:00
Baca ringkasan narasi video
Video ketujuh, kita kupas tuntas materi TIU — verbal, numerik, deret, logika, dan figural — beserta strateginya.
TIU terdiri dari 35 soal dari total 110 soal SKD, skornya sama seperti TWK, benar dapat 5 poin, salah atau kosong 0 poin, dan nilai ambang batas lulusnya minimal 80.
Peta materi TIU mencakup verbal, numerik, deret, logika, dan figural. Ini yang paling terasa berat hitungannya, jadi latihan rutin sangat membantu mempercepat waktu pengerjaan.
Untuk verbal dan numerik, kunci suksesnya cari relasi atau pola dulu sebelum lihat opsi jawaban, dan untuk aritmatika atau deret, kerjakan dengan langkah cepat, jangan hitung manual penuh. Untuk figural, fokus satu aturan transformasi per soal — rotasi, refleksi, atau translasi — karena soal HOTS sering menggabungkan dua aturan sekaligus.
Materi TIU sudah dikupas. Terakhir di Seri 3, kita bahas TKP, Tes Karakteristik Pribadi, yang sistem penilaiannya paling unik.
-
Bedah TKP
5:00
Baca ringkasan narasi video
Video kedelapan, penutup Seri 3. Kita bahas TKP, tes yang unik karena tidak ada jawaban salah, semua opsi tetap dapat skor, tapi ada strategi supaya nilainya maksimal.
TKP terdiri dari 45 soal dari 110 soal SKD, sistem skornya 1 sampai 5 dan tidak ada jawaban salah, tapi nilai ambang batas lulusnya justru paling tinggi dari tiga komponen, yaitu 156.
Enam indikator TKP yang diuji: Pelayanan Publik, Jejaring Kerja, Sosial Budaya, Antiradikalisme, Profesionalisme, dan Teknologi Informasi. Pahami nilai-nilai ASN yang mendasari tiap indikator ini, bukan cuma menghafal contoh soal.
Opsi bernilai tinggi biasanya punya ciri: aktif menyelesaikan masalah bukan menghindar atau menunda, sesuai prosedur dan etika ASN meski terasa lebih lambat, solutif sambil tetap menjaga hubungan kerja, dan mempertimbangkan dampak jangka panjang, bukan cuma solusi instan.
Sekian Seri 3 — materi TWK, TIU, dan TKP sudah lengkap dibahas. Sekarang saatnya praktik langsung di simulasi CAT SoalCAT.com. Di Seri berikutnya kita masuk ke SKB dan aturan kelulusan.
-
Bedah SKB
6:00
Baca ringkasan narasi video
Masuk Seri 4. Video ini kita bahas SKB, Seleksi Kompetensi Bidang — sering jadi penentu kemenangan karena bobotnya lebih besar dari SKD.
SKD menguji kompetensi dasar umum yaitu TWK, TIU, TKP — sama untuk semua formasi di seluruh Indonesia, berbasis CAT BKN, hasil langsung keluar. SKB beda, menguji keahlian teknis sesuai jabatan yang dilamar, materi dan bentuk tesnya berbeda tiap instansi, bisa gabungan CAT dengan tes non-CAT seperti wawancara atau praktik.
SKB CAT BKN wajib untuk semua peserta. Selain itu, tergantung formasi, bisa ada wawancara, psikotes, tes kesehatan dan kesamaptaan untuk formasi yang butuh fisik, microteaching untuk formasi guru, sampai tes bahasa asing atau praktik kerja untuk formasi tertentu.
Ini alur lengkapnya dari lolos SKD sampai SKB selesai. Ingat, bentuk dan bobot SKB berbeda tiap instansi, jadi selalu cek pengumuman resmi formasi yang dilamar untuk detail tahapannya.
SKB sudah kita bahas. Selanjutnya, aturan kelulusan dan integrasi nilai — bagaimana SKD dan SKB digabung jadi nilai akhir.
-
Integrasi Nilai
6:00
Baca ringkasan narasi video
Video kesepuluh, penutup Seri 4. Kita bahas rumus kelulusan CPNS — bobot 40 banding 60, urutan penentuan kalau nilai sama, dan yang tidak kalah penting, ambang batas khusus untuk formasi cumlaude, disabilitas, dan putra-putri daerah.
Untuk lolos dari SKD ke SKB, wajib penuhi passing grade TWK, TIU, dan TKP, dan kuota yang lolos adalah 3 kali jumlah kebutuhan formasi. Contohnya, kalau formasi butuh 2 orang, yang berhak lanjut SKB adalah peringkat 1 sampai 6 dari SKD yang sudah memenuhi passing grade — bukan otomatis peringkat 1 dan 2 saja.
Nilai akhir CPNS dihitung dari 40% nilai SKD ditambah 60% nilai SKB, sesuai Permenpan RB No. 6 Tahun 2024. Jadi meski SKD-nya bagus, performa di SKB tetap sangat menentukan kelulusan akhir.
Kalau ada peserta dengan nilai akhir sama, urutannya: pertama dilihat nilai SKD yang lebih tinggi, kalau masih sama dilihat nilai TKP, lalu TIU, lalu TWK, dan terakhir IPK lebih tinggi serta usia lebih tua yang diutamakan.
Biar lebih kebayang, kita simulasikan. Ada Peserta A dan Peserta B berebut 1 kursi formasi, nilai integrasi akhir mereka sama persis. Kita cek urut sesuai aturan tadi: nilai SKD sama, lanjut ke TKP — ternyata sama juga. Baru di TIU ketemu bedanya, Peserta A punya nilai TIU 130, Peserta B 125. Karena TIU ada di urutan lebih dulu daripada TWK, maka Peserta A yang menang, tanpa perlu cek TWK, IPK, atau usia lagi. Ini contoh fiktif ya, cuma untuk menggambarkan cara kerja urutannya.
Sekian Seri 4 — aturan kelulusan, tie-breaker, dan cara kerjanya lewat simulasi sudah dibahas tuntas. Di Seri terakhir, kita masuk ke masa pasca kelulusan: masa sanggah dan pengisian DRH.
-
Masa Sanggah dan Pengisian Daftar Riwayat Hidup
4:00
Baca ringkasan narasi video
Selamat datang di Seri 5, seri terakhir. Video ini kita bahas apa yang terjadi setelah pengumuman kelulusan — kapan boleh mengajukan sanggah, dan bagaimana cara mengisi DRH dengan benar.
Masa sanggah adalah kesempatan bagi peserta untuk mengajukan keberatan atas hasil kelulusan, biasanya dibuka hanya 3 hari kerja setelah pengumuman resmi diumumkan lewat SSCASN. Sanggah hanya sah kalau ada bukti kesalahan sistem atau data — bukan sekadar tidak puas dengan hasil.
Setelah dinyatakan lulus final, peserta wajib mengisi DRH atau Daftar Riwayat Hidup secara online lewat SSCASN. Ini bukan formalitas biasa — data yang diisi di sini jadi dasar penerbitan SK CPNS, jadi harus benar-benar teliti dan sesuai dokumen asli.
Sanggah dan DRH sudah kita bahas. Terakhir, di video penutup seri ini, kita bahas pemberkasan akhir sampai penetapan NIP.
-
Pemberkasan dan Penetapan NIP
5:00
Baca ringkasan narasi video
Video terakhir dari seri ini. Kita bahas pemberkasan akhir, alur usul NIP, sampai proses Latihan Dasar hingga resmi jadi PNS 100%.
Sebelum instansi bisa mengusulkan NIP, peserta wajib melengkapi berkas fisik: DRH yang sudah ditandatangani, ijazah dan transkrip legalisir, SKCK, surat keterangan sehat dan bebas narkoba, serta pas foto sesuai ketentuan. Semua dokumen ini jadi dasar penerbitan SK CPNS.
Alurnya: instansi mengusulkan NIP ke BKN, lalu BKN menerbitkan NIP dan SK CPNS turun ke peserta, setelah itu wajib mengikuti Latsar atau Latihan Dasar CPNS selama kurang lebih 1 tahun, dan setelah dinyatakan lulus Latsar serta evaluasi kinerja, barulah resmi diangkat jadi PNS 100%.
Sampai di sini, seluruh perjalanan CPNS sudah kita bahas tuntas — dari memilih jalur, memahami gaji dan regulasi, menaklukkan SKD dan SKB, sampai pemberkasan akhir jadi PNS. Sekarang saatnya eksekusi — latihan soal rutin di simulasi CAT SoalCAT.com. Terima kasih sudah mengikuti seri ini sampai selesai, semoga sukses di seleksi CPNS!
-
Ngobrol Bareng Taruna Sekolah Kedinasan
34:00