ℹ️
Perubahan Soal TIU SKD Kedinasan 2026: Kecukupan Data dan Soal Tabel, Ini Cara Mengerjakannya
Tips & Trik Muhammad Syarifuddin 04 Oktober 2026 253x dibaca

Perubahan Soal TIU SKD Kedinasan 2026: Kecukupan Data dan Soal Tabel, Ini Cara Mengerjakannya

SKD sekolah kedinasan 2026 sedang berjalan. Pelaksanaannya serentak sejak 22 September dan dijadwalkan sampai 7 Oktober 2026. Belum juga selesai, grup-grup persiapan sudah ramai membahas satu bagian: TIU. Banyak peserta bilang soalnya terasa lebih menuntut cara berpikir ketimbang hafalan rumus.

Tim SoalCAT merangkum laporan peserta dan materi yang beredar sejak hari-hari awal, lalu mencocokkannya dengan kisi-kisi resmi. Tulisan ini berisi hasilnya, termasuk cara mengerjakan tiga tipe soal yang paling sering dibicarakan. SKD belum rampung, jadi bagian laporan peserta kami anggap gambaran awal dan akan kami perbarui kalau ada temuan baru.

Aturan mainnya sama seperti sebelumnya

Struktur dan ambang batas SKD 2026 tidak berubah dari sisi angka. Ambang batas diatur lewat Keputusan Menteri PANRB Nomor 406 Tahun 2026.

KomponenKetentuan
Jumlah soal dan waktu110 soal dalam 100 menit (TWK 30, TIU 35, TKP 45)
Penilaian TIUBenar 5 poin, salah atau kosong 0 (tidak ada nilai minus)
Nilai maksimal TIU175 poin
Ambang batas jalur regulerTWK 65, TIU 80, TKP 156
Artinya untuk TIUMinimal 16 jawaban benar dari 35 soal

Kisi-kisi TIU tetap membagi soal ke tiga kelompok. Verbal berisi analogi, silogisme, dan analitis. Numerik berisi berhitung, deret angka, perbandingan kuantitatif, dan soal cerita. Figural berisi analogi, ketidaksamaan, dan serial gambar.

Yang terasa berbeda: tabel dan kecukupan data

Kisi-kisinya memang tidak berubah, tetapi cara soal numerik disajikan sepertinya bergeser. Dari laporan peserta hari-hari pertama yang kami rangkum, soal TIU diwarnai tabel angka yang harus dicari polanya dan soal kecukupan informasi. Salah satu contoh yang disebut adalah soal keuntungan sebuah pabrik sepatu dengan dua pernyataan pendukung. Tipe ketiga, berhitung cepat, juga kami temukan di materi pembelajaran yang kami kumpulkan: peserta diminta mencari bentuk hitungan yang nilainya sama tanpa menghitung sampai tuntas.

Ada beberapa hal yang belum bisa kami pastikan, dan sebaiknya jangan dianggap sudah pasti:

  • Berapa banyak soal per tipe di setiap sesi. Soal tiap peserta bisa berbeda.
  • Nasib sinonim, antonim, dan deret huruf. Ketiganya tidak disebut di kisi-kisi terbaru, tetapi kami belum menemukan laporan yang jelas bahwa soal itu sudah hilang. Jangan dicoret dari latihan.
  • Figural. Tetap ada di kisi-kisi resmi, meski laporan awal lebih banyak membahas soal numerik.

Kecukupan data: yang diuji adalah kepastian

Soal ini memberi satu pertanyaan dan dua pernyataan. Anda tidak perlu mencari jawabannya. Yang ditanya, apakah informasinya cukup untuk menjawab dengan pasti. Pilihan jawabannya hampir selalu berpola sama: pernyataan (1) saja cukup, pernyataan (2) saja cukup, keduanya baru cukup kalau digabung, masing-masing sudah cukup, atau keduanya tidak cukup.

Contoh latihan buatan SoalCAT

BarangHarga beli per unitHarga jual per unit
KopiRp40.000Rp52.000
Tehpq

Berapa total keuntungan dari penjualan 50 unit teh?
(1) Harga jual teh 25% lebih tinggi daripada harga belinya.
(2) Harga jual teh Rp8.000 lebih rendah daripada harga jual kopi.

Pembahasan: Pernyataan (1) hanya memberi hubungan q = 1,25p, jadi p dan q masih belum diketahui. Pernyataan (2) hanya memberi q = 52.000 − 8.000 = Rp44.000, tanpa harga beli. Kalau digabung, p = 44.000 : 1,25 = Rp35.200. Laba per unit Rp8.800, sehingga laba 50 unit Rp440.000. Jawabannya: dua pernyataan bersama-sama cukup.

Kebiasaan yang paling menolong adalah menguji pernyataan satu per satu dulu, dan baru menggabungkannya kalau keduanya sama-sama belum cukup. Pegang juga dua jebakan yang sering dipakai. Pertama, pada pertanyaan ya atau tidak, jawaban “tidak” yang pasti tetap dihitung cukup. Kedua, pernyataan yang cuma kelipatan atau susunan ulang dari persamaan yang sudah diberikan, misalnya 4x + 6y = 24 padahal soal sudah memberi 2x + 3y = 12, tidak menambah informasi apa pun.

Soal tabel: cari hubungan per baris

Angka disusun dalam kolom dan baris, lalu satu sel dikosongkan. Hubungan antarkolom berlaku sama di setiap baris, jadi mulailah dari satu baris yang lengkap, bukan dari kolom.

Contoh latihan buatan SoalCAT

XY
24
321
456
5115
6x

Pembahasan: Coba X³ − 2X. Untuk X = 2 hasilnya 8 − 4 = 4, untuk X = 3 hasilnya 27 − 6 = 21, dan seterusnya sampai 125 − 10 = 115. Maka x = 216 − 12 = 204. Kalau pola itu tidak ketemu, hitung selisih bertingkatnya: selisih Y adalah 17, 35, 59, lalu selisih dari selisih itu 18 dan 24, sehingga selisih berikutnya 89 dan 115 + 89 = 204.

Coba pola dasar dulu (jumlah, selisih, perkalian, kuadrat, X(X+1)), baru pola gabungan. Apa pun polanya, uji pada semua baris yang diketahui sebelum memilih jawaban.

Berhitung cepat: sederhanakan, jangan dihitung

Soalnya biasanya berupa beberapa pasang perhitungan dan Anda diminta memilih pasangan yang nilainya sama. Menghitung semuanya sampai tuntas hanya menghabiskan waktu.

Contoh latihan buatan SoalCAT. Manakah pasangan yang nilainya sama?
12 × 35 × 15 dengan 14 × 30 × 15, atau 18 × 25 × 16 dengan 20 × 24 × 16, atau 15 × 48 × 12 dengan 16 × 45 × 13.

Pembahasan: Pasangan pertama sama-sama punya faktor 15, jadi cukup bandingkan 12 × 35 = 420 dengan 14 × 30 = 420. Sama. Pasangan lain berbeda, misalnya 18 × 25 = 450 sedangkan 20 × 24 = 480.

Yang paling sering berguna: coret faktor yang sama di kedua sisi, coret nol, pecah bilangan jadi faktornya (12 jadi 3 × 4), dan ubah persen jadi pecahan sederhana.

Mengatur waktu

Rata-rata waktu per soal cuma sekitar 54 detik (100 menit untuk 110 soal), jadi satu soal tabel yang menyita tiga menit akan terasa di bagian lain. Ambang batas TIU 80 berarti Anda butuh 16 benar, bukan 35, jadi tidak perlu memaksa menyelesaikan semua soal sulit. Kerjakan yang pendek dulu (analogi, silogisme sederhana, figural yang jelas), tandai soal tabel yang polanya belum ketemu setelah sekitar satu menit, dan kembali lagi kalau waktu masih ada. Karena jawaban salah bernilai 0, jangan biarkan ada yang kosong: setelah mengeliminasi opsi, tebakan terarah tidak merugikan. Siapkan juga kertas buram untuk soal analitis. Kalau syaratnya banyak, buat tabel kecil sejak kalimat pertama.

Latihan yang sesuai

Bagi banyak peserta, yang berubah bukan tingkat matematikanya, melainkan cara berpikirnya: menilai kecukupan informasi, membaca pola dari tabel, dan menyederhanakan sebelum menghitung. Itu lebih mudah dikuasai dengan soal berformat sama dan pembahasan langkah demi langkah daripada dengan menghafal rumus. Kami sedang menyiapkan paket latihan di SoalCAT yang memuat tipe-tipe ini, sementara paket tryout SKD yang sudah ada tetap berguna untuk melatih kecepatan dan manajemen waktu. Tulisan ini akan kami perbarui setelah SKD selesai dan gambaran soalnya lebih lengkap.

Sumber: KepmenPANRB Nomor 406 Tahun 2026, Kompas.com, dan detikEdu, serta rangkuman laporan peserta dan materi pembelajaran yang dikumpulkan tim SoalCAT. Contoh soal dalam artikel ini adalah latihan buatan SoalCAT, bukan soal resmi BKN.

Mulai Tryout Sekarang →

Atau lihat semua paket soal SKD yang tersedia

Tags: #TIU #SKD Kedinasan 2026 #Kecukupan Data #Deret Angka Tabel #Berhitung Cepat #Sekolah Kedinasan #CPNS 2026 #Tips SKD

Artikel Terkait

Bacaan lanjutan dengan topik yang masih relevan

Semua Artikel
Memuat halaman...